Sahabat BlogKu

like FB

Jangan Lupa Ninggalin komentar yah....!! Thank's
Tampilkan postingan dengan label KampungKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KampungKu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2012

Tragis

Kemarin, kembali tersiar kabar tentang tanah kelahiranku. lagi, bukan tentang sebuah prestasi, namun seperti biasa, sebuah kabar yang menyayat telinga dan menggundahkaan kalbu. Entah kehidupan macam apa yang sedang berlangsung disana, hingga harus berlaku hukuman semacam ini.

Seorang sahabat jejaring sosial (Facebook), mengirimkan sebuah foto yang bergambarkan sesosok tubuh kaku, yang terpanggang hangus oleh masyarakat. tersiar kabar, bahwa orang yang menjadi objek foto tersebut adalah seorang maling. dia tertangkap oleh warga saat mencoba mencuri sapi milik masyarakat didesa lanta.

Memang, yang dilakukan oleh korban pembakaran tersebut adalah salah (mencuri), namun tidak seharusnya masyarakat lantas menganiaya hingga membakar korban. sungguh perbuatan keji. apakah hukuman seperti ini yang diajarkan dalam agama kita (islam)...? saya tau bahwa mayoritas masyarakat disana adalah muslim, namun dalam Al-Qur'an tidak ada perintah untuk membakar manusia hidup2 apabila mencuri. hanya saja, potong tangan adalah hukuman bagi pencuri.

Selasa, 10 Januari 2012

“NAGA NURI KU SAYANG, NAGA NURI KU MALANG”

Kalau tidak salah 5 bulan sudah kepengurusan NAGA NURI ini berjalan dengan kepengurusan baru, ya benar! Kepengurusan yang dikomandai oleh “Khair” yang kemudian disebut NCUHI. Saya rasa kita semua sepakat, jika lima bulan bukanlah waktu yang sebentar, tetapi saya rasa kita juga sepakat bahwasannya lima bulan bukanlah waktu yang ideal dalam membangun sebuah ‘peradaban’ baru. Membangun sebuah bangunan baru, bangunan yang dahulu hampir tidak terurus, bahkan hampir saja roboh. Ya, kami yakin jikalau adek-adek sekalian menyaksikan perjalanan NAGA NURI dari masa ke masa, NAGA NURI kemarin memang sedikit ‘tidur’, kurang berjalannya roda organisasi, pengembangan bersifat internal maupun eksternal juga dirasa kurang bahkan hampir dipastikan tidak berjalan optimal. Tetapi tidaklah cukup Bijaksana ketika kita harus membahas itu lebih dalam lagi, kata orang ‘yang berlalu biarlah berlalu’, cukup kita jadikan bahan evaluasi sebagai pijakan dimasa yang akan datang, ya! Masa kepengurusan saat ini.

Minggu, 08 Januari 2012

Puisi Perlawanan "Sang Penguasa"

Selamat malam Indonesia
Selamat malam Yogyakarta
Selamat malam bumi tempat kelahiran makhluk yang tak memiliki rasa

Malam ini akan kupaparkan sebuah riwayat tentang tanah tak bertuah
tentang segumpal ideologi yang hendak melahirkan penguasa-penguasa durjana
seperti tikus-tikus berdasi
yang menghimpun balon-balon pesta


Selamat datang dunia kemunafikan
Selamat merebut panji-panji "kapitalisme dan neo liberalisme"
 dengan mulut yang bertele-tele
menabur maut dengan genderang senapan
sang penguasa akan menari dan tertawa
diatas tumpukan mayat orang-orang tak berdosa

Jumat, 06 Januari 2012

"Nanga Nur" Saksi bisu awal masuknya Islam di Bima

Kala terik mentari menyinar bumi yogyakarta, aku terkulai malas menatap layar komputer, sembari membaca status si "dia" yang kini semakin jauh meninggalkanku yang tak berdaya karna rindu....!! #Alay stengah lebay

Tiba2, sebentuk gelombang yang biasa disebut suara, mengetuk gendang telingaku dan membentuk sebuah alunan nada yang berbunyi... "kenapa tidak kau pecahkan saja gelasnya......!!" (eiitss,,, bukan itu teksnya), namun "Rul,,, sudah ada yang menulis tentang naga nuri, belum...?" sebuah pertanyaan dari salah seorang senior "aba daus" (Bukan nama sebenarnya, cuman nama panggilan..... xixixixix), beliau melanjutkan,, "Kayaknya, kita harus mulai mnulis tentang sejarah daerah kita "Bima" siapa tau nanti bisa kita bukukan", tiba2 senyumkupun tersungging,,,, bukan karna idenya yang menarik buat membukukan tulisan tentang sejarah bima, tapi langsung terbayang apa saja yang akan ku beli dengan uang hasil royalti pemjualan buku tersebut.... Hufff,,, bener2 aneh,,, yah,, setidaknya yang saya pikirkan jauh lebih majulah.... hahahahaha

Selasa, 27 Desember 2011

Aksi Solidaritas Penolakan Tambang di Bima

Alhamdulillah, setelah melakukan konsolidasi masa sejak hari sabtu lalu (24 desember 2011) akhirnya kami, mahasiswa yang tergabung dari Front Rakyat Anti Tambang Yogyakarta (FRAT) mengadakan aksi besar2an terkait pertambangan yang terjadi dikampung halamanku pada hari selasa 27 desember 2011 diawali dari tugu yogyakarta kemudian berlanjut sampai perempatan malioboro (titik 0 KM).....

Minggu, 25 Desember 2011

Bimaku Kembali Meradang

Ironis, masyarakat yang sedang berusaha memperjuangkan hak-haknya justru ditembaki membabi buta oleh aparat yang bersenjata lengkap. Beberapa diantara mereka diklaim telah tewas terkena peluru yang dibeli dari pajak yang mereka bayar.(sampai kinipun jumlah korban masih belum pasti)

Lambu-sape kini seolah berubah menjadi Mesuji jilid#2. Kasihan saudara-saudaraku disana yang berada diujung timur pulau Sumbawa. Akibat sikap mereka yang menolak pertambangan dan berusaha mempertahankan apa yang menjadi milik mereka justru dibayar dengan tumpahan darah.

Dalam sebuah surat kabar disampaikan bahwa. Kapolda NTB Brigjen Pol. Arief Wachyunadi sudah melakukan negosiasi pada warga untuk membuka blokir pelabuhan Sape, karena banyak warga NTT yang akan merayakan natal di kampung halamannya.

Jumat, 03 Juni 2011

Mbojo.....!!

Bimaku, Dana mbojo mambari........  

Mada malao ade rasa makalai...
Lao sakola lao ngupa ilmu
Upa mba'a mpa InsyaAllah mada dula mbali
Samonto ncai
Samonto moti 
Samonto dana
Samonto siwe
Samonto eli nasi ma ka kiki sidi-sidi
Dana mbojo dana mbari.......

mada ntenempa dula mbali
Wati lao impi
Do'a weapu di Ruma loaku wara di wa'a dulaku ru'u  dana labo rasaku
Dana MAJA LABO DAHUKU, dana MBOJO MAMBARI



Senin, 02 Mei 2011

Dari Jogja Untuk Sape

Hanya ini yang bisa kami lakukan. selain doa dan berusaha untuk mengumpulkan pecahan koin dan uang kertas untuk membantu saudara2ku yang tengah menghadapi bencana di tanah kelahiranku sape. trima kasih untuk smua pihak yang telah membantu kegiatan2 penggalangan dana ini. di mulai dengan aksi teatrikal di malioboro di lanjutkan dengan doa bersama di asrama bima dan aksi ngamen di pasar minggu dan tempat2 ramai lainnya di wilayah jogjakarta. smoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk korban bencana. amin.....






Banji Bandang Di Tanah Kelahiranku....

Bimaku kembali dirundung duka. Lagi, Banjir bandang melanda sembilan desa di Kecamatan Sape, Sabtu (23/4).

Banjir ini telah memporak-porandakan ribuan perumahan warga masyarakat, ratusan ternak mati, dan telah menewaskan lima orang. Selain merusak fasilitas umum banjir inipun mengakibatkan jalur transportasi menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menjadi lumpuh.

Semoga para korban banjir diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musigah ini. Amin...








Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...