Sahabat BlogKu

like FB

Jangan Lupa Ninggalin komentar yah....!! Thank's

Selasa, 30 Oktober 2012

Tersakiti

Tuhan Yang Maha adil, berikanlah aku keadilan atas mereka yang telah melukaiku dengan sengaja. Amin....
Tak ada yang lebih menyakitkan dari ini, kecewa, sedih, amarah semuanya bersatu padu hingga trasa mengguncang tubuhku. aku payah, aku kalah, aku tak sadar dengan semua yang ku lakukan. aku benar2 seperti mayat hidup, makhluk yang tanpa jiwa.

Ingin berteriak tapi mulut tak sanggup mengucap, ingin berlari menjauh apa daya kaki dan tubuh bergetar efek mendengar kabar itu. beraninya engkau menikamku dari belakang, tepat mengenai hati yang selalu ku jaga dengan kelembutan. kenapa...?

Semuanya kini menjadi jelas. Alasan2 yang engkau lontarkan tak lebih dari sekedar omong kosong yang berusaha membohongiku. aku payah, aku benar2 payah... engkau adalah sumber inspirasiku, sumber imajiku, energiku, hidupku bahkan segalaku. tapi,,,,,

Akh,,, sudahlah... bukan saatnya untuk menangisi keadaan, semoga engkau bahagia bersama pria lain disana....

Tentang aku, abaikan.

Senin, 29 Oktober 2012

Selasa, 23 Oktober 2012

Kamu

Mereka bilang aku terlalu mencintaimu, mereka tidak tahu bahwa rasa takut kehilanganmu lebih besar dari itu.........!!

Salah

Jika aku begitu berarti bagimu, jagalah perasaan ku,,, namun jika aku bukan apa-apa bagimu, trserah apa mau mu.......!!
Berada dalam posisi yang sulit memang bukan inginmu, bahkan bukan ingin semua orang....! tp, Allah selalu menguji kita, dan dengan ujian2 tersebutlah kita menjadi kuat. lihatlah intan dan permata. mereka menjadi sangat indah karna ditempa, dihimpit, oleh tanah dengan begitu kuat hingga akhirnya intan2 tersebut berhasil bertahan dan keluar sebagai sebuah hasil yang begitu indah yang semua mata pasti menyanjungnya....
pun kita manusia, selalu dihadapkan dengan berbagai problema hidup. bukan untuk mengeluh, bukan pula untuk berontak, kenapa harus begini, kenapa harus begitu, kenapa kamu begini, kenapa kamu tidak begitu, dan berbagai keluhan bernada protes terhadap sikap maupun pemberian Allah...
Justru dengan cobaan dan himpitan hidup itulah kita menjadi kuat, kita menjadi pribadi2 yang dewasa. Allah menguji kita bukan berarti ingin mempermainkan kita. sebenarnya dia sedang memberikan kita bekal untuk mengarungi kehidupan yang akan datang. bukankah Allah tidak akan menguji manusia sampai diluar batas kemampuannya...?? Allah menguji kita, memberikan kita cobaan sebenarnya untuk membantu kita beranjak dewasa, dan Allah tau kita bisa keluar dan menghadapi cobaan itu.... pasti.

Rabu, 17 Oktober 2012

Kecewa

Menyambut pagi bersama setangkup kekecewaan yang masih membekas semalam, bersama segelas kopi dan sebuah lagu dplaylist komputer "jangan ada dusta diantara kita" melengkapi kerancuan hati yang terus menerus menerpa....!! akh,,, kenapa harus seperti ini, telah ku berikan kepercayaan tapi ternyata dibelakangku engkau berlaku seperti itu. aku kecewa.

Entahlah, apakah engkau menyesal atau tidak setelah apa yang kamu lakukan, yang pasti akupun juga tak sempurna meski ku percaya cerita kita tak mungkin tergantikan. andaikan ku ingat-ingat lagi, akupun tersadar bahwa betapa aku mencintaimu, tapi ........

Akh,,, aku jengah dengan semua ini, kenapa harus terulang lagi perasaan-perasaan seperti ini, kacau, galau, jengah, resah yang tiada berkesudahan. kalau memang hadirnya cinta hanya untuk mengecewakan, maka kenapa harus aku menghadirkannya dari awal. jujur saja. aku ingin berpisah darimu, aku ingin menyudahi cinta ini, tapi bukan karna kita sudah tidak sejalan lagi dan bukan pula karna ada orang ke tiga yang mengganggu hubungan kita. aku ingin berpisah denganmu, hanya karena kita berada di dunia yang berbeda.

Kamu sudah tau bagaimana sifatku, akupun sudah menceritakan bagaimana kisahku. Aku pernah setia tapi aku diduakan, aku pernah percaya tapi aku dikhianati, aku pernah mencintai tapi aku disakiti, aku pernah memiliki tapi aku kehilangan, aku pernah tulus tapi aku dibohongi, aku pernah berharap tapi harapan itu sia-sia.

Aku mengira, saat bersamamu semua yang telah lalu akan berbuah keindahan, tapi nyatanya, sama saja. aku, tetap saja merasa kecewa.....

Senin, 15 Oktober 2012

Pembuktian



Saya terjebak dalam sebuah ketakpastian akan diri. Mencoba menerawang sembari meraba kemana arah langkah selanjutnya menapaki bumi, entahlah. Samar terlihat tak ada kepastian hingga akhirnya membuat diri terperangkap dalam ketakpastian yang menyeramkan.

Pernah mencoba berontak hingga akhirnya urat2 mulai menampakkan wujudnya disebagian muka yang mulai memerah karna tekanan yang memuncak di otak. Akh,,, tetap saja saya menjadi pihak yang disalahkan dan harus mengalah, lantaran dia lebih dulu menapaki kakinya di bumi yang semakin gonjang-ganjing ini, hingga semuapun ikut mengarahkan jari telunjuknya kehadapan saya seolah menjadikan saya bulan-bulanan kesalahan yang harus saya pikul, sendiri.

Tapi, mungkin saja itu cuma perasaan saya, karna nyatanya saya tak pernah sendiri, ada mreka disamping saya, meski tak sebanyak yang lain tapi mampu membentengi saya dari tikaman mereka. Mungkin juga saya yang keterlaluan mencemburui mereka dan otak saya yang penuh dengan kedengkian hingga akhirnya tak bisa melihat sisi lain dari maksud mereka menghardik saya. Akh,,, entahlah…..

Jumat, 07 September 2012

Udara

Dia Adalah Bintangku, 
Dia Adalah Rembulanku, 
Dia Adalah Malamku, 
Dia Adalah Siangku, 
Dia adalah Pelangiku.

Begitu rentetan kalimat pendek yang keluar dari mulutku. Mendengar kata itu, kamu hanya tertunduk, lesu, seolah meragukan kata yang keluar dari mulutku. hingga akhirnya kamupun membantah semua pernyataanku. entah kenapa engkau menjadi begtu kritis dalam kesunyian yang kita hadirkan malam ini, saat kita terjebak dalam ruang sunyi yang begitu sulit terjangkau oleh orang lain.

"Dia adalah bintangku", kata engkau mengulang peryataanku. "dia memang bersinar, namun bukankah bintang hanya malam hari...? selepas itu, ketika pagi dia menghilang, apakah dia seperti itu....?" hardikmu hingga membuatku menjadi tersadar. "yah,,, dia tidaklah seperti bintang, karna dia slalu ada bagiku", gumamku dalam hati, membenarkan pernyataannya.

September

September ceria, september prestasi dan sederetan kata2 positif biasanya slalu menyertai datangnya bulan september bagi sebagian orang, tapi tidak bagi saya. Dalam september, sebagian orang2 menikmati indahnya musim gu2r sebagai penanda mulainya penghujan, namun tidak bagi saya, karna memang di Indonesia tidak mengenal musim GUGUR.

September akan menjadi awal dari penantian yang panjang bagiku. Menanti sesuatu yang mungkin akan menjadi milikku kelak saat waktu dan masanya telah tiba. akh,,, september, kau telah memisahkanku dengannya, tapi waktu memang terus beranjak dan semuapun harus terus berjalan namun, tiap kenangan dan luka yang ditorehkan oleh engkau "September" akan terus ku kenang, bukan untuk melemahkanku, tapi justru yang akan menguatkanku kelak.

September, masih ingatkah engkau pada paras elok nan indah yang engkau hadiahkan padaku....?? lantas, kenapa dia drenggut...? mungkin, engkau skedar mengajarkanku bahwa dia tak layak bagiku, mungkin juga engkau sedang mempermainkanku, saat itu.

Kamis, 30 Agustus 2012

Cobalah Mengerti

Tak ada keraguan
tak ada kebimbangan
tak ada penghianatan
tak ada ketidak pastian

saat hati telah terpaut
saat hati telah berlabuh
saat hati telah terpatri
saat hati telah tertuju

hanya pada sosokmu, 

maka,

aku akan mencintaimu tanpa kesalahan.

ini bukanlah sebuah janji
anggap saja sekedar lelucon
lelucon bagi kesedihanku
yang tidak jua mampu meyakinkanmu

berharap engkau mengerti
akan diri yang begitu penat
aku tau maksudmu
aku tau inginmu

hanya saja 
aku meminta

cobalah mengerti

#Bukan apa-apa

Eksistensi diri

Sekali lagi, amanah terembankan pada pundak yang siap memikul, stelah sekian lama berdiam diri tanpa ada sebuah karya yang berarti. ini adalah awal pembuktian akan kapasitas dan eksistensi diri. bukan sebuah kebanggaan, bukan sebuah pujian dan bukan sebuah kesombongan yang menggerakkan diri untuk melangkah. namun, karna kepercayaan dan keraguanan yang tertuju pada diri.

Akh,,, saya sungguh tertantang untuk menghadapinya, menikmati setiap jejak dalam keseharian yang disibukakn dengan aktifitas baru, aktifitas yang dulu cuma ada dalam rancang masa depan yang kini berbuah nyata. MENGAJAR. tapi, bukan itu yang menjadi soal, lantaran dalam mengajar tak ada yang perlu saya khawatirkan, tak ada yang perlu saya risaukan.

Beberapa hari yang lalu, saya menjadi perbincangan disalah satu skolah yang saya ajar. saya adalah guru baru, dan tahun ini adalah tahun pertama saya mengajar, namun ada kepercayaan sekaligus keraguan yang beradu dalam rapat yang tidak saya hadiri, lantaran saya diamanahkan menjadi pembina kesiswaan khususnya KIR.

Pada dasarnya, semua dewan guru percaya akan kapasitas kemampuan saya dalam masalah KIR, hanya saja mereka sedikit menyangsikan akan beberapa hal terkait senioritas dan kemampuan sosialisasi saya baik terhadap siswa terlebih dewan guru.

Tapi saya yakin, tidak akan mengecewakan orang2 yang telah memberikan kepercayaan tersebut sekaligus meyakinkan pada para peragu bahwa saya bisa memegang amanah ini dan menjadikan sekolah tersebut menjadi sangat lebih baik dibandingkan sebelumnya, terlebih dalam KIR. semoga

Selasa, 31 Juli 2012

Usia

Kalau ndk salah, kita terpaut 6 tahun, bukan. Sebuah perbedaan yang cukup jauh. saat aku sudah mengenal bilangan, sudah bisa mengeja kata, sudah terbiasa memakai dan memilih pakaian sendiri, engkau baru pertama kali menghirup udara setelah menerobos keluar dari rahim mamamu seperti orang bingung kemudian menangis karna linglung. Begitu jauh perbedaan antara kita.

Fisik mungkin tak jauh beda, tapi perbedaan terlihat jelas dari sikap dan tingkah laku kita. Aku yang mungkin sedikit dewasa, karna terus ditempa oleh usia dan pengalaman lantas disandingkan dengan kamu yang masih manja dan kekanak-kanakan. sebuah pepaduan yang begitu cantik, dewasa yang dikawinkan dengan kekanak-kanakan. seharusnya kita bisa menjalaninya dengan indah dan penuh kebahagiaan.

Berlarian seperti orang yang tak tau malu, sembari skali-skali mencuri-curi ciuman kala sepi tak terlihat orang. sungguh kisah yang sangat mengasikkan. meski terkadang tak berjalan sesuai harapan.

Sabtu, 28 Juli 2012

Tak Harus Seperti Ini

Ramadhan telah berjalan sekian hari, segala Berkah Rahmat dan karunia sang pencipta senantiasa dilimpahkan selama bulan suci ini. Hampir semua muslim bersuka ria menjalankan ibadah puasa dan berebut memperoleh pahala dalam bulan yang penuh berkah ini. pun, saling memaafkan dan meminta maaf atas khilaf dimasa yang lalu.

Namun, entah kenapa sepertinya saya merasa ada yang berbeda dalam Ramadhan kali ini. Yah,,, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lebih tepatnya sejak 3 tahun yang lalu. tak tau kenapa hati begitu terasa berbeda saat mendengar kedatangannya menjelang Ramadhan. Hingga kini, masih enggan kita saling menatap muka, sekedar saling menyapa.

Coba kau ingat lagi, ini adalah Ramadhan pertama kita tidak saling menyapa, bukan...? biasanya tidak seperti ini. lantas, sebenarnya apa yang kita hindari...? Perasaan saling menyakiti? Perbincangan mengenai hati? Atau justru yang kita hindari hanyalah serangkaian basa basi? entahlah, rasanya seperti sudah ditandatangani dalam hati kalau menghindar adalah jalan paling aman untuk diambil saat ini, entah sampai kapan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...